atau Thoriqoh Qoodiriyah Naqsyabandiyah adalah perpaduan dari dua buah tharekat besar, yaitu Thariqah Qadiriyah dan Thariqah Naqsabandiyah. Pendiri tarekat baru ini adalah seorang Syekh Sufi besar yang saat itu menjadi Imam Masjid Al-Haram di Makkah al-Mukarramah, Syaikh Ahmad Khatib Ibn Abd.Ghaffar al-Sambasi al-Jawi (w.1878 M.).
Qodiriyah wa Naqsyabandiyah tersebut memiliki sebuah bentuk wirid dan zikir salah satunya: “zikir Jahr Nafi Isbat” ( dzikir yang dilakukan dengan bersuara (jelas), sedangkan Jahr 1
1905-1992”.4Dalam tesis ini dijelaskan tentang gerakan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah selama perkembangannya pada abad XX, 4 Dudung Abdurrahman, Gerakan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Suryalaya dalam Perubahan Sosial di Tasikmalaya 1905-1992 (Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1996).
Dalam dunia Tarekat dikenal dengan banyaknya amalan-amalan yang telah ditertentukan pada dasarnya mereka sama dalam amalannya yaitu istighfar, shalawat dan dzikir. Namun pada kelompok mereka ada target amalan tertentu untuk menaikan suatu maqom, misalnya menjalankan beberapa ribu amalan
Sebagaimana dalam silsilah tarekat Qadiriyah yang merujuk pada Ali dan Abdul Qadir Jaelani dan seterusnya adalah dari Nabi Muhammad saw, dari Malaikat Jibril dan dari Allah Swt. Tarekat Qodiryah didirikan oleh Syeikh Abdul Qodir Jaelani (wafat 561 H/1166M) yang bernama lengkap Muhy al-Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi Shalih Zango Dost al
cHNl.
amalan tarekat qadiriyah wa naqsyabandiyah